Kurikulum pendidikan Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kurikulum 2013 (K-13) merupakan pengembangan atas kurikulum sebelumnya. Penerapan K-13 di sekolah lebih dapat memaksimalkan kemampuan dan mencoba menekan kelemahan bagi diri dan lembaga (sekolah) sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya, sehingga pelaksanaannya lebih memfokuskan semua mata pelajaran yang mendukung semua kompetensi baik dalam sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

K-13 lebih menekankan pada pemikiran kompetensi berbasis sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Dalam hal ini guru adalah merupakan faktor yang sangat besar keberadaannya dan mempunyai andil besar yaitu mencetak generasi yang aktif, kreatif, dan inovatif khususnya melalui pembelajaran IPA. Dengan demikian, guru-guru IPA memang dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif lagi sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru-guru sesuai dengan K-13 yaitu melalui pelatihan pembuatan alat peraga IPA sederhana.

Tim Dosen IKIP Veteran Semarang dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru-guru yaitu dengan mengadakan pelatihan pembuatan alat peraga alternatif sebagai pelengkap alat praktikum IPA. Pelatihan ini juga akan memberikan kontribusi positif pada keprofesionalan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Secara eksplisit, manfaat yang diharapkan adalah guru-guru yang terlibat dalam kegiatan ini mampu membuat sendiri alat peraga IPA sederhana.

Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Agustus 2016 bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 9 Semarang, Jl. Sendang Utara Raya No. 2 Semarang. Materi Pelatihan mencakup: 1) Pentingnya Alat Peraga dalam Pembelajaran IPA, 2) Macam-macam Alat Peraga di Bidang IPA, 3) Cara Pembuatan Alat Peraga IPA Sederhana, 4) Praktik Pembuatan Alat Peraga IPA Sederhana, dan 5) Evaluasi.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 19 (sembilan belas) orang peserta guru yang berasal dari 19 (sembilan belas) SMP se-Kota Semarang baik negeri maupun swasta, sebagai berikut: 1) SMP N 33 Semarang, 2) SMP N 14 Semarang, 3) SMP N 34 Semarang, 4) SMP Kesatrian 1, 5) SMP Agus Salim, 6) SMP N 20 Semarang, 7) SMP Mahad Islam, 8) SMP N 4 Semarang, 9) SMP Kanisius Raden Patah, 10) SMP Al Fatah, 11) SMP N 23 Semarang, 12) SMP N 6 Semarang, 13) SMP N 27 Semarang, 14) SMP N 13 Semarang, 15) SMP N 9 Semarang, 16) SMP Taman Dewasa, 17) SMP N 41 Semarang, 18) SMP Islam Al Madina, dan 19) SMP Al Azhar 14.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi. Hal ini diindikasikan berdasarkan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada tim Pelaksana. Berdasarkan kesan yang disampaikan oleh sebagian besar peserta, kegiatan yang telah diselenggarakan dirasakan dapat memberikan manfaat bagi peserta, terutama cara pembuatan alat peraga IPA sederhana.

Dalam konteks hakikat pembelajaran, pelatihan pembuatan alat peraga yang telah terlaksana dengan baik dapat memotivasi pendidik untuk mempelajari, mendorong eksperimentasi, eksplorasi, kreativitas, dan pengembangan materi pembelajaran. Selain itu, kegiatan pelatihan ini memiliki nilai tambah secara akademis dan keuntungan dalam hal peningkatan profesionalisme guru IPA di SMP. Hal positif semacam ini sangat perlu ditumbuhkan dan dikembangkan di masa yang akan datang.

 

[/tx_animate]

 

foto-artIkel-web-ipa-ivet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *