15Jun/17

Buka Puasa Bersama dan Sarasehan Prodi Pendidikan IPA IVET

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1438 H, HIMA IPA IKIP Veteran Semarang mengadakan serangkaian kegiatan Salah Satunya yakni Buka Puasa bersama dan Sarasehan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 14 Juni 2017 yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika Prodi Pendidikan IPA IVET serta keluarga dosen. Sarasehan dipimpin langsung oleh KaProdi P.IPA, Ibu Mike Dewi K., M.Pd. Diskusi seputar kegiatan mahasiswa dan kampus menjadi salah satu untuk membuat hubungan antara dosen dan mahasiswa menjadi lebih akrab dan terbuka.

Tak lupa acara ini sebagai ajang menunjukkan kreatifitas mahasiswa dalam seni maupun sains. Mereka menampilkan Role Play dengan tema “Pak Tani dan Kehidupannya” yang erat dengan materi sains yaitu rantai makanan. Meski sebagai mahasiswa sains, namun bakat mereka juga perlu didukung salah satunya melalui pertunjukkan akustik.

Kegiatan ini berjalan lancar dan diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahunnya sehingga dapat mempererat tali silaturahmi.

 

(red: yeni)

29Mei/17

HIMA IPA Juara III Lomba Groufie

Untuk memeriahkan Dies Natalis IVET ke-51, BEM IVET mengadakan serangkaian kegiatan yang mengikutsertakan seluruh civitas akademika IVET. Mulai dari karyawan, dosen, mahasiswa hingga ormawa ikut dilibatkan. Salah satu lomba yang cukup unik dan kekinian yakni lomba groufie atau foto selfie berkelompok. Lomba ini mengikutsertakan seluruh ormawa di IVET.

Berkat kostum jas praktikum, kekompakan tim serta keunikan gaya, HIMA IPA berhasil menyabet gelar Juara III dalam lomba tersebut. Selamat atas kemenangannya. Semoga kedepan HIMA IPA semakin kompak dan sukses.

06Feb/17

Pelaksanaan UAS Ganjil Tahun Akademik 2016-2017


Ujian akhir semester (UAS) semester Ganjil tahun akademik 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2017 hingga tanggal 20 Januari 2017. Seluruh mahasiswa IKIP Veteran Semarang melaksanakan UAS dengan tertib, tidak terkecuali mahasiswa pendidikan IPA IKIP Veteran Semarang. Baik dosen maupun panitia sudah sejak jauh hari mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran UAS. Sedangkan mahasiswa diwajibkan mencetak kartu ujian yang digunakan sebagai tiket untuk mengikuti UAS pada setiap mata kuliah yang sedang ditempuh. Mahasiswa yang belum memiliki kartu ujian tidak diperkenankan mengikuti UAS, namun sudah disediakan waktu untuk mengikuti ujian susulan. Terlihat antusiasme mahasiswa dalam mengikuti UAS, ada yang menyempatkan belajar disela-sela jadwal ujian demi memperoleh nilai yang memuaskan pada yudisium ganjil tahun akademik 2016-2017. Jika setelah UAS ditemukan nilai yang sangat dibawah standar, maka dosen diperbolehkan melakukan remidial agar nilai mahasiswa menjadi lebih baik. Tidak seluruh siswa serius dan belajar sebelum UAS, ada beberapa mahasiswa yang terlalu santai dan terkesan kurang serius dalam perkuliahan dan juga ketika UAS. Namun hal tersebut tidak menggangu kelancaran pelaksanaan UAS, mahasiswa tetap tertib mengikuti UAS, hanya ketika pelaksanaan UAS pada hari pertama beberapa mahasiswa belum memiliki kartu ujian. Semoga mahasiswa semakin semangat dalam mengikuti perkuliahan, mengikuti UAS dan mendapat nilai yang memuaskan sesuai dengan usahanya.

05Jan/17

“PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA IPA SEDERHANA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU SMP DI KOTA SEMARANG”

Kurikulum pendidikan Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kurikulum 2013 (K-13) merupakan pengembangan atas kurikulum sebelumnya. Penerapan K-13 di sekolah lebih dapat memaksimalkan kemampuan dan mencoba menekan kelemahan bagi diri dan lembaga (sekolah) sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya, sehingga pelaksanaannya lebih memfokuskan semua mata pelajaran yang mendukung semua kompetensi baik dalam sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

K-13 lebih menekankan pada pemikiran kompetensi berbasis sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Dalam hal ini guru adalah merupakan faktor yang sangat besar keberadaannya dan mempunyai andil besar yaitu mencetak generasi yang aktif, kreatif, dan inovatif khususnya melalui pembelajaran IPA. Dengan demikian, guru-guru IPA memang dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif lagi sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru-guru sesuai dengan K-13 yaitu melalui pelatihan pembuatan alat peraga IPA sederhana.

Tim Dosen IKIP Veteran Semarang dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru-guru yaitu dengan mengadakan pelatihan pembuatan alat peraga alternatif sebagai pelengkap alat praktikum IPA. Pelatihan ini juga akan memberikan kontribusi positif pada keprofesionalan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Secara eksplisit, manfaat yang diharapkan adalah guru-guru yang terlibat dalam kegiatan ini mampu membuat sendiri alat peraga IPA sederhana.

Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Agustus 2016 bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 9 Semarang, Jl. Sendang Utara Raya No. 2 Semarang. Materi Pelatihan mencakup: 1) Pentingnya Alat Peraga dalam Pembelajaran IPA, 2) Macam-macam Alat Peraga di Bidang IPA, 3) Cara Pembuatan Alat Peraga IPA Sederhana, 4) Praktik Pembuatan Alat Peraga IPA Sederhana, dan 5) Evaluasi.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 19 (sembilan belas) orang peserta guru yang berasal dari 19 (sembilan belas) SMP se-Kota Semarang baik negeri maupun swasta, sebagai berikut: 1) SMP N 33 Semarang, 2) SMP N 14 Semarang, 3) SMP N 34 Semarang, 4) SMP Kesatrian 1, 5) SMP Agus Salim, 6) SMP N 20 Semarang, 7) SMP Mahad Islam, 8) SMP N 4 Semarang, 9) SMP Kanisius Raden Patah, 10) SMP Al Fatah, 11) SMP N 23 Semarang, 12) SMP N 6 Semarang, 13) SMP N 27 Semarang, 14) SMP N 13 Semarang, 15) SMP N 9 Semarang, 16) SMP Taman Dewasa, 17) SMP N 41 Semarang, 18) SMP Islam Al Madina, dan 19) SMP Al Azhar 14.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi. Hal ini diindikasikan berdasarkan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada tim Pelaksana. Berdasarkan kesan yang disampaikan oleh sebagian besar peserta, kegiatan yang telah diselenggarakan dirasakan dapat memberikan manfaat bagi peserta, terutama cara pembuatan alat peraga IPA sederhana.

Dalam konteks hakikat pembelajaran, pelatihan pembuatan alat peraga yang telah terlaksana dengan baik dapat memotivasi pendidik untuk mempelajari, mendorong eksperimentasi, eksplorasi, kreativitas, dan pengembangan materi pembelajaran. Selain itu, kegiatan pelatihan ini memiliki nilai tambah secara akademis dan keuntungan dalam hal peningkatan profesionalisme guru IPA di SMP. Hal positif semacam ini sangat perlu ditumbuhkan dan dikembangkan di masa yang akan datang.

 

[/tx_animate]

 

foto-artIkel-web-ipa-ivet

 

05Jan/17

PENGABDIAN MASYARAKAT “SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN SEKS BEBAS” DI SMA SETIABUDHI SEMARANG

“SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN SEKS BEBAS” DI SMA SETIABUDHI SEMARANGSalah satu tugas dosen selain mengajar yaitu melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan kehidupan masyarakat. Tugas dosen adalah melakukan tri darma pendidikan yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada kesempatan kali ini dosen pendidikan IPA IKIP Veteran Semarang  melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Seks Bebas Pada Siswa SMA sebagai bentuk kepedulian kami kepada generasi bangsa Indonesia. Kami memilih tema ini karena melihat perkembangan remaja pada saat ini yang semakin mengkhawatirkan. Pengguna narkoba dari kalangan remaja semakin banyak, bahkan ada yang terlibat sebgaia pengedar, tentu hal ini sangat memprihatinkan. Selain itu pergaulan bebas tak kalah menghkawatirkan, banyak terjadi pemerkosaan bahkan pada remaja di bawah umur.

PENGABDIAN MASYARAKAT “SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN SEKS BEBAS” DI SMA SETIABUDHI SEMARANG

Banyak siswa yang seharusnya menuntut ilmu pada jenjang yang lebih tinggi dan mengenyam bangku kuliah memperoleh gelar sarjana tetapi tidak dapat melanjutkan sekolah karena harus mengurus anak. Kami sebagai dosen memiliki kepedulian terhadap kejadian-kejadian tersebut. Kegiatan sosialisasi dilakukan di SMA Setiabudhi Semarang. Pada kegiatan ini melibatkan dosen IKIP Veteran, narasumber dari BNN Provinsi Jawa Tengah, Kepala SMA Setiabudhi, guru dan siswa SMA Setiabudhi. Kami bekerja sama dengan BNN Provinsi Jawa Tengah untuk memperoleh nara sumber yang profesional di bidangnya. Kegiatan berjalan lancar dengan antusias dari siswa siswi SMA Setiabudhi Semarang. Beberapa siswa bahkan mangajukan pertanyaan kepada nara sumber sehingga terjadi diskusi yang menyenangkan. Kami berharap generasi muda Indonesia dapat terbebas dari jerat narkoba dan pergaulan bebas.

05Jan/17

PELATIHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN IPA

PELATIHAN-PKM-IPA-IVETLulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari ke empat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat konstruktif realistik, artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Kreativitas merupakan jelmaan integratif 3 (tiga) faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran, perasaan dan keterampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, pesepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan faktor keterampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat mencapai level kreatif, ketiga faktor termaksud diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

Dalam rangka mendukung kontribusi para mahasiswa dalam ajang PKM maka program studi Pendidikan IPA telah mengadakan pelatihan pembuatan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) pada tanggal 22 dan 29 September 2016 yang diikuti 50 mahasiswa IKIP Veteran Semarang. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa dan menghasilkan karya-karya kreatif yang telah diajukan untuk menjalani seleksi oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Kegiatan ini akan terus digalakkan dan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Diharapkan terdapat kenaikan baik kuantitas maupun kualitas dari PKM yang dihasilkan oleh para mahasiswa.

04Jan/17

Kunjungan Lapangan Ke PT Sidomuncul

Pembelajaran sains tidak melulu dilakukan di laboratorium atau kelas. Pembelajaran bermakna atau “meanigful learning” akan diperoleh manakala mahasiswa melihat secara langsung apa yang mereka pelajari.  Learning by doing menurut Dale’s Cone Theory terbukti meningkatkan daya retensi mahasiswa dibanding hanya ceramah.

Untuk mendukung misi tersebut, Program Pendidikan IPA IKIP Veteran Semarang mengadakan kunjungan kesalah satu produsen jamu terbesar di Indonesia yaitu PT. Sidomuncul. Kunjungan ini akan dijadikan sebagai agenda fieldtrip tahunan Prodi untuk memperkenalkan kepada mahasiswa mengenai aplikasi sains.

?

Humas PT Sidomuncul menyambut hangat kedatangan keluarga besar Program Studi Pendidikan IPA pada 30 November 2016 tersebut. Para mahasiswa dan dosen diajak untuk melakukan factory tour mulai dari proses RnD, produksi hingga packaging. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab yang dilakukan di area agrowisata PT Sidomuncul. Di akhir sesi diskusi, pihak Prodi Pendidikan IPA yang diwakili oleh Ketua Jurusan yaitu Bapak Enggal Mursalin, M.Pd memberikan kenang-kenangan kepada Humas PT Sidomuncul.

Kegiatan fieldtrip dilanjutkan ke Rawa Pening sebagai sarana edukasi mengenai ekologi ekosistem rawa. Mahasiswa melakukan observasi mengenai keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Selanjutnya mereka mengambil sampel species untuk dijadikan specimen dan disimpan untuk pembelajaran di lab.